budaya desa sungai langka

Etnis Lampung dikenal dengan sebutan Ulun Lampung (orang Lampung) yang mendiami seluruh provinsi Lampung dan sebagian provinsi Sumatera Selatan. Hingga saat ini masyarakat adat Lampung ditopang oleh dua pilar adat yaitu Saibatin (Peminggir) dan Pepadun. Yang pertama kental dengan nilai aristokrat sementara yang kedua mengembangkan nilai demokratis.
Perbedaan yang mendasar dari kedua adat istiadat tersebut adalah status dan gelar seorang raja adat. Bagi adat Saibatin dalam setiap generasi kepemimpinan hanya mengenal satu orang raja adat yang bergelar Sultan. Hal tersebut sesuai dengan istilahnya yaitu Saibatin artinya satu batin atau satu orang junjungan. Seorang Saibatin adalah seorang sultan berdasarkan garis lurus sejak zaman kerajaan yang pernah ada di Lampung dahulu kala (Sai Batin Paksi).
Meski masyarakat adat Saibatin mengacu pada norma kesusilaan dan sistem sosial berdasarkan prinsip keserasian tetapi umumnya memiliki hubungan sosial terbuka terhadap sesama warga tanpa membedakan etnis maupun keturunan. Ikatan kekerabatannya didasarkan pada keturunan (ikatan darah), ikatan perkawinan, ikatan mewarei (persaudaraan), juga ikatan berdasarkan pengangkatan anak.
Ada ritual unik saat acara makan bersama yang dilakukan masyarakat adat Saibatin. Mereka yang berasal dari kalangan bangsawan adat maka akan makan di atas nampan yang dilapisi kain putih. Sementara itu orang biasa akan makan tanpa nampan meskipun pada dasarnya jenis makanan yang tersaji tidaklah jauh berbeda.
Falsafah hidup masyarakat hukum adat Lampung Saibatin adalah Piil Pesenggiriyang merupakan sumber motivasi agar setiap orang Lampung dinamis dalammemperjuangkan nilai-nilai hidup terhormat dan dihargai di tengah masyarakat. Kata Piil sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu "fiil" yang artinya perilaku, dan kata pesenggiri bermakna bermoral tinggi, berjiwa besar, tahu diri, serta tahu hak dan kewajiban.
Piil Pesenggiri meliputi beberapa elemen budaya yaitu pemberian gelar (juluk-adek), menjaga silaturahmi (nemui-nyimah),kekeluargaan dan sikap suka bergaul (nengah-nyappur)dan partisipasi serta solidaritas sosial (sakaisambayan)Falsafah hidup tersebut menjadi pedoman perilaku sekalilgus menjaga nama baik agar terhindar dari sikap dan perbuatan tercela.
Masyarakat Adat Saibatin seringkali juga dinamakan Lampung Pesisir karena sebagian besar berdomisili di sepanjang pantai timur, selatan dan barat Lampung. Beberapa wilayah adat tersebut adalah: Labuhan Maringgai, Pugung, Jabung, Way Jepara, Kalianda, Raja Basa, Teluk Betung, Padang Cermin, Cukuh Balak, Way Lima, Talang Padang, Kota Agung, Semaka, Suoh, Sekincau, Batu Brak, Belalau, Liwa, Pesisir Krui, Ranau, Martapura, Muara Dua, Kayu Agung. Selain itu ada pula Martapura, Muaradua di Komering Ulu, Kayu Agung, Tanjung Raja di Komering Ilir, Merpas di sebelah selatan Bengkulu serta Cikoneng di pantai barat Banten.
Untuk menyelami sistem adat dan budaya Saibatin maka Anda dapat mengunjungi salah satunya di Way Lima, tepatnya di Pasawaran. Salah satu jenis kesenian yang khas dapat Anda nikmati adalah tari sembah (sigeh penguten). Tarian ini sudah seperti tarian wajib ritual penyambutan dan memberikan penghormatan kepada tamu atau undangan yang datang pada acara hajatan adat (begawi), kunjungan tokoh masyarakat, dan lain-lain. Tarian ini biasanya diiringi dengan tabuhan tari melinting untuk menyambut kedatangan raja-raja. Kini tari sembah kerap kali ditampilkan dalam upacara adat pernikahan masyarakat Lampung.
Sementara itu tari melinting merupakan tarian dari keluarga Ratu Melinting yang pentaskan hanya pada saat acara gawi adat Keagungan Keratuan Melinting. Para penarinya dahulu hanya terbatas dimainkan putera dan puteri Ratu Melinting sendiri dan dilakukan di balai adat (Sesat). Penari wanita akan menggunakan siger melinting cadar warna merah dan putih, kebaya putih tanpa lengan, tapis melinting, rambut cemara panjang, kipas warna putih, gelang ruwi dan gelang kano. Sedangkan penari pria memakai kopiah emas melinting, baju dan jung sarat yang diselempangkan, baju teluk belanga, kain tuppal disarungkan, kipas warna merah, bulu seretei, sesapur handak putih, bunga pandan, dan celana panjang putih.
Kini tarian tersebut dikembangkan dan dimodifikasi. Fungsinya bergeser dari peragaan sakral menjadi tarian hiburan atau menjadi persembahan pada tamu agung yang berkunjung ke Lampung. Para penari wanita akan mengenakan busana dan aksesoris dengan siger melinting cakar kuningan, kebaya putih lengan panjang, tapis pepadun, rambut disanggul, kipas warna bebas, gelang rawi dan buah jukum.  Sementara itu penari putra memakai kopiah emas pepadun, baju teluk belanga, kain tapis, kipas warna bebas, dan bulu seretei.
Bagi Anda yang ingin menyelami ragam kekayaan adat Saibatin maka dapat mencari informasi di Jalan Raya Kedondong Desa Pampangan, Kecamatan Gedongtataan 35371, Pesawaran, Telp. 0721 895222. Dapat pula Anda menghubungi Sanggar Seni Ibu Jun di nomor: 085383085501.
Kabupaten Pesawaran sendiri merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Lampung yang diresmikan pada 2 November 2007. Semula kabupaten ini merupakan bagian dari Kabupaten Lampung Selatan. Pesawaran merupakan daerah pertanian, perkebunan dan hutan. Di kabupaten ini termasuk juga wilayahnya berupa 37 pulau dengan tiga pulau terbesar adalah Pulau Legundi, Pulau Pahawang, dan Pulau Kelagian. Gunung tertinggi di daerah ini adalah Gunung Pesawaran di Kecamatan Padang Cermin sekitar 1.604 m. Sementra sungai terpanjang Sungai Way Semah, sepanjang 54 km dengan daerah aliran seluas 135,0 km².

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

kuliner sungi langka



Segubal adalah bahan dari ketan yang dikukus dengan santan, lalu dibungkus daun pisang, atau daun kelapa (janur). Menyantap makanan ini biasanya ditemani gulai ayam, rendang daging, opor ayam, kari, tapai, dan lain-lain. Selain itu, makanan ini pun dapat dinikmati dengan sambal goreng ati, petai, atau jengkol.
Tak sulit mendapatkan makanan unik ini. Di lokasi Pasar Bambu Kuning, segubal selalu ramai terjual dan terfavorit bagi masyarakat setempat.

Pembuatan makanan ini membutuhkan waktu sekitar 6 - 10 jam. Caranya, ketan yang telah diberi santan dibungkus dengan daun pisang dan dikukus. Karena terbilang rumit dan membutuhkan ketelatenan ekstra, sudah jarang orang Lampung yang dapat membuat segubal.

Kemeriahan Lebaran bagi sebagian besar masyarakat Lampung, terasa belum lengkap tanpa menghidangkan segubal: makan khas Lampung yang terbuat dari ketan dan Kelapa. Sebab, selain Lebaran, panganan itu hanya dapat ditemui saat upacara adat, seperti pesta pernikahan, khitanan, dan cukuran rambut bayi.

Bahan-bahan

  • Beras Ketan
  • Santan Kelapa
  • Daun Pisang

Cara Memasak

  • Beras ketan dimasak dengan santan kelapa lalu dikukus selama 30 menit.
  • Setelah itu, adonan ketan dan santan dicetak atau bisa dibungkus daun pisang untuk dikukus sekali lagi sebelum dihidangkan. 
Informasi menarik Segubal - Panganan Lampung Penuh Kenangan Rasa diambil dari beberapa blog dan situs berita online.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KERAJINAN sungai langka

Bismillahirrahmanirrahim
Jumpa lagi di blog saya, kali ini saya akan memposting sebgian hasil kerajinan di kota kelahiran saya :).
Nah, di Amuntai menjual berbagai Kerajinan di Tempat wisata pasar kerajinan dan sentra industri meubel yang berlangsung subuh Kamis merupakan kegiatan transaksi hasil-hasil kerajinan para pengrajin yang ada di Hulu Sungai Utara.
Kerajinan

Pada kegiatan pasar subuh ini banyak pedagang perantara yang melakukan transaksi dan membawa hasil-hasil kerajinan ini keluar daerah/pulau. Matahari belum lagi terbit. Namun, ratusan pengrajin sudah berduyun-duyun menuju jalan depan Rumah Sakit Pambalah Batung Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Mereka kemudian menjejer barang bawaannya di tepi jalan dengan rapi seperti ada yang mengatur. Mungkin fenomena itu hanya ada di Amuntai. Sebuah “pameran on the road” yang diselenggarakan rakyat kecil yang berprofesi sebagai perajin. Mereka datang dari segala penjuru, mulai dari darat hingga hulu sungai, tanpa ada yang memberi komando. Barang bawaan mereka beraneka macam, mulai dari yang benar- benar tradisional hingga yang modern. Mulai dari desain kerajinan yang khas desa hingga sudah tersentuh “desain kota” yang biasanya diperuntukkan bagi ekspor. Dari “kubu perajin tradisional”, berdatanganlah barang- barang kerajinan fungsional khas desa, seperti alat tangkap ikan tradisional lukah dan jambeh, nyiru, tanggui (caping khas banjar), lanjung (tas khas dayak), dan takitan (bakul untuk panen). Kerajinan tikar, topi, kipas, dan anyaman lainnya sudah menjadi pemandangan dominan di pasar yang hanya ada setiap Kamis itu. Semua barang itu langsung berasal dari perajin utama yang keluar dari desa-desa sekitar Amuntai, sekitar 250 kilometer dari Banjarmasin. “Kubu perajin modernis” membawa kerajinan yang pernah berjaya sebagai primadona ekspor pada tahun 1980-an. Di antaranya didominasi oleh kerajinan berbahan baku rotan, seperti lampit, kotak tisu dari rotan, kursi malas dari rotan, sketsel pintu dari rotan, dan beraneka jenis anyaman rotan lainnya. “Pokoknya semua jenis anyaman ada di sini dan jika belum ada, bisa dibuatkan. Barangnya seperti apa, silakan ditunjukkan ke kami, pasti kami bisa membuatkannya berdasarkan gambar itu,” kata Mastur, perajin dari Palimbangan, Kecamatan Amuntai Utara. Soal harga? Di pasar itu dikenal sebagai pasar murah meriah. Sebuah topi bundar dari anyaman purun, misalnya, hanya dilepas pengrajin dengan harga Rp 1.000. Jika mengambil banyak, misalnya satu kodi, pedagang melepasnya dengan harga Rp 18.000 per kodi. Sebuah kursi malas berpenampilan mewah yang terbuat dari rotan hanya ditawarkan Rp 75.000. Tikar dengan motif tradisional yang langka dengan ukuran 1,5 m x 2 m di pasar itu hanya dijual Rp 10.000. Berbagai bentuk tas dan bakul yang terbuat dari anyaman tradisional rotan di pasar itu hanya ditawarkan antara Rp 15.000 sampai Rp 50.000. Para pedagang mengklaim anyaman mereka sudah sering dikirim ke Bali dan dari Bali diekspor ke mancanegara.
KAMIS pagi merupakan hari pasar khusus untuk barang kerajinan dari para pengrajin. Walaupun dinamakan pasar, tidak ada pengelola atau pemungut retribusi di kawasan itu. Bahkan, parkir kendaraan pun tidak ada yang memungut. Kabupaten Hulu Sungai Utara setelah berpisah dengan kabupaten baru Balangan kini memang praktis tak memiliki sumber daya alam. Dengan lepasnya Balangan yang kaya batu bara, Amuntai kini benar-benar bergantung pada keterampilan sumber daya manusia, khususnya di bidang kerajinan. Perajin dari Palimbangan, Kecamatan Amuntai Utara, Yusnah, mengatakan, dirinya dan juga hampir semua warga desanya sudah puluhan tahun benar-benar bergantung pada kerajinan tangan. Pasang surut desa tersebut juga bergantung pada nasib kerajinan di mata konsumen. Pada dekade 1980-an, misalnya, di kalangan para pengrajin dianggap sebagai tonggak kejayaan kerajinan Amuntai karena kerajinan dari berbagai desa itu berhasil menembus ekspor ke berbagai negara Asia, terutama Jepang. Masa kejayaan itu berangsur-angsur surut memasuki dekade 1990-an. Walaupun demikian, para perajin yang melayani pasar lokal hingga kini terus bertahan dan lambat laun memasuki tahun 2004 ini kerajinan Amuntai bangkit kembali. Desa-desa yang dulu terpuruk kini kembali bangkit dan mereka kembali menganyam. Selain dengan tetap menguasai pasar ekspor melalui kota-kota di luar Jawa, semisal Surabaya dan Bali, kini mereka sudah berhasil ekspansi pasar ke Taiwan dan Korea. Sebelumnya, mereka hanya mengandalkan pasar ke Jepang, terutama untuk kerajinan lampit. Kerajinan memang sudah mendarah daging. Bahkan, di Hulu Sungai Utara dimungkinkan tidak ada yang mau menganggur karena semua memiliki keterampilan menganyam atau beternak. Setiap hari di desa-desa wisata itu mereka menganyam dengan puncak kegiatannya terjadi pada Senin hingga Rabu. Hari-hari itu masyarakat desa sedang mempersiapkan barang kerajinan untuk dibawa ke Pasar Kerajinan Kamis Subuh di Amuntai.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SEJARAH PESWARAN

Kabupaten Pesawaran

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabupaten Pesawaran
Logo-baru-pesawaran1.jpg
Lambang Kabupaten Pesawaran
Moto: Andan Jejama



Peta lokasi Kabupaten Pesawaran
Koordinat:
ProvinsiLampung
Dasar hukumUU No. 33/2007
Ibu kotaGedong Tataan
Pemerintahan
 - BupatiAries Sandi Darma Putra, S.H., M.M[1]
 - Wakil BupatiDrs. Hi. Musiran, M.Si
 - DAURp. 538.309.950.000.-(2013)[2]
Luas1.173,77 km2
Populasi
 - Total398.848 jiwa
 - Kepadatan339,8 jiwa/km2
Demografi
Pembagian administratif
 - Kecamatan9
 - Kelurahan133
 - Situs webhttp://www.pesawarankab.go.id/
Kabupaten Pesawaran adalah salah satu kabupaten di Provinsi LampungIndonesia. Kabupaten ini diresmikan pada tanggal 2 November 2007 berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Pesawaran. Semula kabupaten ini merupakan bagian dari Kabupaten Lampung Selatan. Daerah ini kaya akan sumberdaya alam pertanian, perkebunan dan kehutanan. Secara umum memiliki iklim hujan tropis sebagaimana iklim Provinsi Lampung pada umumnya, curah hujan per tahun berkisar antara 2.264 mm sampai dengan 2.868 mm dan hari hujan antara 90 sampai dengan 176 hari/tahun.
Arus angin di Kabupaten Pesawaran bertiup dari Samudra Indonesia dengan kecepatan rata-rata 70 km/hari atau 5,83 km/jam. Sedangkan temperatur udara berkisar antara 26 °C sampai dengan 29 °C dan suhu rata-ratanya adalah 28 °C.
Berdasarkan Undang-undang Nomor 33 tahun 2007 tentang pembentukan Kabupaten Pesawaran di Provinsi Lampung, maka wilayah administrasi Kabupaten Pesawaran mempunyai batas-batas sebagai berikut:
  • Utara : berbatasan dengan Kecamatan Kalirejo, Kecamatan Bangunrejo, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah;
  • Selatan : berbatasan dengan Teluk Lampung Kecamatan Kelumbayan dan Kecamatan Cukuh Balak Kabupaten Tanggamus;
  • Timur : berbatasan dengan Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan, Kecamatan Kemiling dan Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung;
  • Barat : berbatasan dengan Kecamatan Adiluwih, Sukoharjo, Gadingrejo, dan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu.
Dengan posisi geografis yang demikian, maka Kabupaten Pesawaran merupakan daerah penyangga Ibukota Provinsi Lampung. Secara keseluruhan luas wilayah Kabupaten Pesawaran adalah 1.173,77 km2 atau 117.377 Ha dengan Kecamatan Padang Cermin sebagai kecamatan terluas, yaitu 31.763 Ha.
Dari luas keseluruhan Kabupaten Pesawaran tersebut, 13.121 Ha digunakan sebagai lahan sawah, sedangkan sisanya yaitu 104.256 Ha merupakan lahan bukan sawah dan lahan bukan pertanian. Jenis penggunaan lahan sawah yang terbanyak adalah irigasi tehnis dengan dua kali penanaman padi dalam setahun. Sedangkan jenis penggunaan lahan bukan sawah yang terbanyak adalah hutan negara.
Kabupaten Pesawaran terdiri atas 37 (tiga puluh tujuh) pulau. Tiga pulau yang terbesar adalah Pulau Legundi, Pulau Pahawang, dan Pulau Kelagian. Kabupaten Pesawaran juga mempunyai beberapa gunung yaitu Gunung Ratai di Kecamatan Padang Cermin dan yang tertinggi adalah Gunung Pesawaran di Kecamatan Kedondong dengan ketinggian 1.662 m. Sungai terpanjang di Kabupaten Pesawaran adalah Way Semah, dengan panjang 54 km dan daerah aliran seluas 135,0 km2. Sedangkan aliran sungai-sungai kecil diantaranya Way Penengahan, Way Kedondong, Way Kuripan, Way Tahala, Way Tabak, Way Awi, Way Padang Ratu, Way Ratai, dan lain-lain.
Kabupaten Pesawaran merupakan daratan dengan ketinggian dari permukaan laut yang bervariasi. Di Gedung Tataan sebagai pusat kota, misalnya, mempunyai tinggi 140,5 m dari permukaan laut.

Sejarah

Kabupaten Pesawaran terbentuk melalui tahapan proses perjuangan yang cukup panjang, diawali sebelum Provinsi Lampung memisahkan diri dari Provinsi Sumatera Selatan sebagaimana tercatat dalam sejarah sebagai berikut :
  • Pada awal Tahun 1967 wilayah Lampung Selatan yang Ibukotanya di Tanjung Karang berasal dari 4 (empat) kewedanaan yaitu : Kewedanaan Kalianda, Kewedanaan Teluk Betung, Kewedanaan Gedong Tataan dan Kewedanaan Kota Agung.
  • Pada Tahun 1968 Kabupaten Lampung Selatan diusulkan untuk dimekarkan menjadi 3 (tiga) Kabupaten yaitu : Kabupaten Rajabasa dengan Ibukota Kalianda sekarang Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Tanggamus dengan Ibukota Kota Agung yang terbentuk pada Tahun 1997 dan Kabupaten Pesawaran dengan Ibukota Gedong Tataan terbentuk pada Tahun 2007.
  • Pada Tahun 1969 dengan disposisi oleh Pemerintahan Negeri dan DPR Negeri, mengusulkan kembali pemekaran wilayah Kabupaten Lampung Selatan, yang terdiri dari Kewedanaan Pringsewu menjadi Kabupaten Pesawaran, Kewedanaan Kota Agung menjadi Kabupaten Tanggamus dan Kewedanaan Teluk Betung menjadi wilayah pemekaran Kotamadya Tanjung Karang (sekarang Kota Bandar Lampung).
  • Panitia Pelaksana Persiapan Kabupaten Pesawaran (P3KP) dibentuk pada tanggal 16 April 2001.
  • Pada Tahun 2002 Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan bekerjasama dengan Lembaga Penelitian Universitas Lampung (UNILA) melakukan penelitian dan Pengkajian tentang Kelayakan Kabupaten Lampung Selatan untuk dimekarkan menjadi 2 (dua) Kabupaten. Hhasil penelitiannya Kabupaten Lampung Selatan Layak dimekarkan menjadi 2 (dua) Kabupaten dengan Kabupaten Pemekaran adalah Kabupaten Pesawaran. .
Berkat kegigihan perjuangan dari P3KP, maka pada tanggal 17 Juli 2007 DPR RI menyetujui Pembentukan Kabupaten Pesawaran yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2007 tanggal 10 Agustus 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Pesawaran di Provinsi Lampung dengan 7 (tujuh) wilayah Kecamatan yaitu:
  1. Gedong Tataan
  2. Kedondong
  3. Negeri Katon
  4. Padang Cermin
  5. Punduh Pidada
  6. Tegineneng
  7. Way Lima
  8. Way Khilau
  9. Marga Punduh
Kemudian sebagai tindak lanjut penetapan Undang-Undang Nomor : 33 Tahun 2007 Menteri dalam Negeri menerbitkan Pedoman Pelaksanaan Undang-Undang tentang Pembentukan Kabupaten/Kota melalui Surat Menteri dalam Negeri Nomor : 135/2051/SJ tanggal 31 Aagustus 2007 dan pada tanggal 2 November 2007 Menteri dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia, melaksanakan peresmian pembentukan Kabupaten Pesawaran dengan melantik Bapak Drs. H. HARIS FADILAH, M.M sebagai Penjabat Bupati Pesawaran yang pertama dan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia.

Demografis

Berdasarkan hasil pencacahan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Kabupaten Pesawaran sementara adalah 397.294 jiwa, yang terdiri atas 204.934 laki-laki dan 192.360 perempuan. Dari hasil Sensus Penduduk Tahun 2000 (SP2010) tersebut masih tampak bahwa penyebaran penduduk Kabupaten Pesawaran masih bertumpu di Kecamatan Padang Cermin yakni sebesar 22,16 persen, kemudian diikuti oleh Kecamatan Gedong Tataan sebesar 21,57 persen.
Kecamatan Punduh Pidada adalah kecamatan dengan jumlah penduduk terkecil yaitu 25.919 jiwa. Sedangkan Kecamatan Padang Cermin dan Kecamatan Gedong Tataan merupakan kecamatan yang paling banyak penduduknya yakni masing-masing sebanyak 88.057 jiwa dan 85.696 jiwa.
Dengan luas wilayah Kabupaten Pesawaran sekitar 1.173,77 km2 yang didiami oleh 397.294 jiwa maka rata-rata tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Pesawaran adalah sebanyak 338 jiwa/km2. Kecamatan yang paling tinggi tingkat kepadatan penduduknya adalah Kecamatan Gedong Tataan yakni sebanyak 882 jiwa/km2 sedangkan yang paling rendah adalah Kecamatan Punduh Pidada yakni sebanyak 115 jiwa/km2.
Sex ratio penduduk Pesawaran adalah sebesar 106, yang artinya jumlah penduduk laki-laki 6 persen lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk perempuan, atau setiap 100 perempuan terdapat 106 laki-laki.
Sex ratio terbesar terdapat di Kecamatan Punduh Pidada yaitu sebesar 111. Laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Pesawaran per tahun selama sepuluh tahun terakhir yakni dari tahun 2000-2010 sebesar 1,29 persen. Laju pertumbuhan penduduk Kecamatan Padang Cermin adalah yang tertinggi dibandingkan Kecamatan lain di Kabupaten Pesawaran yakni sebesar 1,82 persen, sedangkan yang terendah di Kecamatan Punduh Pidada yakni sebesar 0,74 persen. Kecamatan Gedong Tataan menempati urutan kedua terbesar laju pertumbuhan penduduknya yaitu sebesar 1,78 persen meskipun kecamatan tersebut merupakan ibukota dari Kabupaten Pesawaran.
Dari jumlah tersebut, sebagian besar memeluk agama Islam 97,161%, kemudian menyusul berturut-turut agama Hindu 0,100%, agama Protestan 0,77%, kepercayaan lainnya 0,79%, agama Katolik 0,71%, dan agama Budha 0,46%. Dalam masyarakat Kabupaten Pesawaran, kehidupan umat beragama berjalan dengan baik dimana toleransi dan sikap menghargai sangat tinggi. Masyarakat Kabupaten Pesawaran yang sebagian beragama Islam sebanyak 380.028 jiwa dapat berdampingan dengan umat beragama lainnya, yaitu umat Katholik, Protestan, Hindu dan Budha.
Berkas:Logo-baru-pesawaran1.jpg

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

parawisata sungai langka

Tinjauan

Jauh di pedalaman Cijulang, Pangandaran Sungai Citumang mengalir di sebuah hutan hijau lebat yang airnya berwarna kebiruan. Sungai ini dihiasi oleh bebatuan indah, cabang-cabang pohon dan semak-semak. Airnya mengalir ke sebuah gua yang menakjubkan. Di sini, ketenangan akan menyapa Anda. Satu-satunya suara yang Anda dengar adalah suara harmoni alam yang manis, musik yang diciptakan oleh gemericik a
Tampilkan Lebih

Lihat dalam Peta

Tips

  • Waktu terbaik untuk mengunjungi sungai Citumang adalah selama musim kamarau (Juni-September), pada musim hujan langit sedikit mendung dan jalan sedikit licin.
  • Sungai Citumang sangat direkomendasikan bagi para fotografer alam.

Transportasi

Citumang terletak di antaraPangandaran dan Green Canyon. Satu-satunya transportasi umum yang dapat membawa Anda ke tempat ini adalah ojek. Anda juga bisa menyewa sepeda untuk menuju ke sungai ini, yang Anda perlu lakukan hanya mengikuti petunjuk yang mengarah ke Citumang. Jika Anda menggunakan mobil, cara terbaik untuk sampai ke Sungai Citumang adalah melalui pasar lokal Cibenda lewat Panyingkira
Tampilkan Lebih

Kegiatan

Sebagai alternatif wisata di Pangadaran, Citumang bisa menjadi wisata sampingan yang sempurna. Berenang di air pegunungan yang segar, hiking dan menelusuri gua adalah salah satu dari banyak hal yang dapat Anda lakukan di Citumang. Citumang juga menawarkan pemandangan yang menakjubkan bagi fotografer pemula dan para profesional.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS